wanita mempunyai magnet yang mampu menarik lelaki. ia punya kekuatan itu, namun ia juga lemah. wanita mudah terpedaya oleh lelaki.
wahai wanita, engkau harus punya sesuatu agar engkau terhormat dan terjaga.
Sunday, May 20, 2007
Wednesday, May 16, 2007
sms
beberapa hari ini aku memikirkan sesuatu. ternyata benar, beberapa baris kata bisa menimbulkan penafsiran yang berbeda bagi beberapa orang. ketidakmampuan menciptakan ekspresi dalam kata, bisa menimbulkan kesalahpahaman. hanya gara-gara sebuah sms, aku kehilangan seorang teman.
beberapa minggu yang lalu aku menjalani rawat inap di rs lavalette, karena komplikasi DBD dan tipus. beberapa teman meluangkan waktunya untuk menjenguk aku, baik waktu di rs maupun di kontrakan (thank u, guys). adalah fifi, salah satu di antara mereka. fifi bawain aku roti dan satu paket sereal. terus terang, aku seneng. banget.
beberapa temen yang tahu kalo aku suka fifi, tanya... "gimana, fifi datang apa nggak??!". ya aku jawab aja terus terang. lalu, ada lagi fifi yang lain, sebut saja fifi kedua. fifi kedua sms aku, apa fifi pertama jenguk aku. akupun membalas smsnya. dan sms yang sedianya akan kukirim ke fifi kedua, ternyata terkirim ke fifi pertama. akibatnya sungguh di luar bayanganku.
fifi pertama kemudian membalas smsku yang salah kirim tadi. dia bilang, dia nyesel udah jenguk aku. dia berpikir kalo aku nggak suka dia jenguk. bahkan dia berpikir kalo aku menuduh dia cari muka di depan orang tuaku, biar dijadiin menantu... padahal, aku nggak pernah berpikir seperti itu. sebagai seorang teman yang baik, aku berusaha menjelaskan semuanya. tapi dia tidak memperdulikan aku lagi.
sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. kita tidak bisa memaksa setiap orang untuk menyukai kita. kita juga tidak bisa memaksa setiap orang agar tidak membenci kita. aku hanya bisa berusaha. dan hanya bisa termenung seperti sekarang, sambil menikmati sereal hangat pemberian fifi. mau dikembalikan kok rasanya nggak sopan. lagian serealnya enak banget. trus rotinya dah abisss.
fifi. fifi. fifi... asal kamu tahu fi,,, tidak ada keraguan di hatiku, bahwa kamu orang yang baik. asal kamu tahu fi, ketika selang infus memasuki pembuluh darah vena, dan ranjang rumah sakit menjadi teman setia, kamulah orang pertama yang aku harapkan ada disana.
beberapa minggu yang lalu aku menjalani rawat inap di rs lavalette, karena komplikasi DBD dan tipus. beberapa teman meluangkan waktunya untuk menjenguk aku, baik waktu di rs maupun di kontrakan (thank u, guys). adalah fifi, salah satu di antara mereka. fifi bawain aku roti dan satu paket sereal. terus terang, aku seneng. banget.
beberapa temen yang tahu kalo aku suka fifi, tanya... "gimana, fifi datang apa nggak??!". ya aku jawab aja terus terang. lalu, ada lagi fifi yang lain, sebut saja fifi kedua. fifi kedua sms aku, apa fifi pertama jenguk aku. akupun membalas smsnya. dan sms yang sedianya akan kukirim ke fifi kedua, ternyata terkirim ke fifi pertama. akibatnya sungguh di luar bayanganku.
fifi pertama kemudian membalas smsku yang salah kirim tadi. dia bilang, dia nyesel udah jenguk aku. dia berpikir kalo aku nggak suka dia jenguk. bahkan dia berpikir kalo aku menuduh dia cari muka di depan orang tuaku, biar dijadiin menantu... padahal, aku nggak pernah berpikir seperti itu. sebagai seorang teman yang baik, aku berusaha menjelaskan semuanya. tapi dia tidak memperdulikan aku lagi.
sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. kita tidak bisa memaksa setiap orang untuk menyukai kita. kita juga tidak bisa memaksa setiap orang agar tidak membenci kita. aku hanya bisa berusaha. dan hanya bisa termenung seperti sekarang, sambil menikmati sereal hangat pemberian fifi. mau dikembalikan kok rasanya nggak sopan. lagian serealnya enak banget. trus rotinya dah abisss.
fifi. fifi. fifi... asal kamu tahu fi,,, tidak ada keraguan di hatiku, bahwa kamu orang yang baik. asal kamu tahu fi, ketika selang infus memasuki pembuluh darah vena, dan ranjang rumah sakit menjadi teman setia, kamulah orang pertama yang aku harapkan ada disana.
Tuesday, April 17, 2007
Jaket Biru
kado ini mas beli
di tengah rasa bersalah
dan asa tlah punah
manis, maafkan mas yang egois
ingin mengambil seluruh hatimu
ingin dihatimu hanya ada satu: aku
kini, manis boleh berlega hati
mas hanya akan mencintai
tanpa berharap tuk dicintai
manis, mas ingin menjagamu
mas ingin di sampingmu slalu
meski manis ingin sendiri
mungkin dengan jaket biru
mas bisa menjagamu
manis, mas sayang kamu.
Malang, 14 Februari 2007
di tengah rasa bersalah
dan asa tlah punah
manis, maafkan mas yang egois
ingin mengambil seluruh hatimu
ingin dihatimu hanya ada satu: aku
kini, manis boleh berlega hati
mas hanya akan mencintai
tanpa berharap tuk dicintai
manis, mas ingin menjagamu
mas ingin di sampingmu slalu
meski manis ingin sendiri
mungkin dengan jaket biru
mas bisa menjagamu
manis, mas sayang kamu.
Malang, 14 Februari 2007
Wednesday, April 11, 2007
aku orang asing di dunia asing
aku melihat dunia asing
membayang dan lalu lalang
berputar-putar di kepalaku; seperti gasing
langit tak lagi biru cerah
jalanku tak lagi suci; penuh darah
hanya iblis memandangku dengan penuh gairah
dunia apa ini, seperti mimpi
malaikat meninggalkanku
dan iblis merayu-rayu
dunia apa ini, seperti mimpi
aku tak mengenal sama sekali!
dan tiba-tiba...
aku merasa asing dengan diriku sendiri
malang, 11 april 2007
membayang dan lalu lalang
berputar-putar di kepalaku; seperti gasing
langit tak lagi biru cerah
jalanku tak lagi suci; penuh darah
hanya iblis memandangku dengan penuh gairah
dunia apa ini, seperti mimpi
malaikat meninggalkanku
dan iblis merayu-rayu
dunia apa ini, seperti mimpi
aku tak mengenal sama sekali!
dan tiba-tiba...
aku merasa asing dengan diriku sendiri
malang, 11 april 2007
Monday, March 26, 2007
puas!
puas! hehe...
meski harus ngerjain powerpoint dadakan buat presentasi mata kuliah BLK, meski harus blibet ngedit tulisan purnomo yg amburadul (duh!), meski baru bisa tidur jam 12 malem, meski harus hujan2an ngopy master studi kasus, meski harus lari-lari mpe keringatan demi ngambil laptopnya reza, tapi..... puas!
puas! kata dosennya, presentasi kelompok kami adalah yg paling baik dibanding kelompok yg sudah2, hehe...
tapi nih... sedikit kecewa dg sistem perkuliahan di unibraw, kenapa cuman nyediain infocus doank, kenapa ga nyediain laptopnya sekalian... masa mahasiswanya sendiri yg harus usahain laptop. gmn dg mahasiswa yg kesulitan mengadakan laptop, hayoo... aq khawatir, jangan2 presentasi kelompok kami dinilai paling baik hanya karena sampai saat ini, cuma kelompok kami yg presentasi pake power point?!!!! walah...
btw, mas ismawan pasti nangis2 klo denger kelompok qt presentasinya paling baik, dy ga ikut presentasi sih, hehe..
meski harus ngerjain powerpoint dadakan buat presentasi mata kuliah BLK, meski harus blibet ngedit tulisan purnomo yg amburadul (duh!), meski baru bisa tidur jam 12 malem, meski harus hujan2an ngopy master studi kasus, meski harus lari-lari mpe keringatan demi ngambil laptopnya reza, tapi..... puas!
puas! kata dosennya, presentasi kelompok kami adalah yg paling baik dibanding kelompok yg sudah2, hehe...
tapi nih... sedikit kecewa dg sistem perkuliahan di unibraw, kenapa cuman nyediain infocus doank, kenapa ga nyediain laptopnya sekalian... masa mahasiswanya sendiri yg harus usahain laptop. gmn dg mahasiswa yg kesulitan mengadakan laptop, hayoo... aq khawatir, jangan2 presentasi kelompok kami dinilai paling baik hanya karena sampai saat ini, cuma kelompok kami yg presentasi pake power point?!!!! walah...
btw, mas ismawan pasti nangis2 klo denger kelompok qt presentasinya paling baik, dy ga ikut presentasi sih, hehe..
Tuesday, March 20, 2007
cinta dion
: dion
hentikan
jangan habiskan air matamu
jangan tangisi cerita sedihmu
sebab duniamu sangat indah
kau masih punya mama
kau masih punya tawa
sungguh, duniamu sangat indah.
hentikan
jangan habiskan air matamu
jangan tangisi cerita sedihmu
sebab duniamu sangat indah
kau masih punya mama
kau masih punya tawa
sungguh, duniamu sangat indah.
Sunday, March 11, 2007
cinta dari surga
aku rindu...
aku merindu debar-debar asa
ingin mereguk getar-getar rasa
seperti dahaga tiada tara, aku mau setetes cinta dari surga.
aku merindu debar-debar asa
ingin mereguk getar-getar rasa
seperti dahaga tiada tara, aku mau setetes cinta dari surga.
Monday, March 05, 2007
cinta
cinta. kau tak tahu ia siapa. kau tak tahu ia dimana. mungkin ia terselip diantara kebun bunga yang harum di sejuknya pagi. mungkin ia angin semilir yang terasing di gersangnya padang sepi.
cinta. ketika kau mengenalnya, kau dibuatnya gila. kau punya mata, tapi tak bisa melihat selain ia. kau punya telinga, tapi tak bisa mendengar selain ia. kau punya hati, dan hanya itu yang kaurasa.
cinta. ia puluru nyasar yang melesat tak tahu arah. kau bisa lari sebelum ia membuncah. namun ketika ia datang, kau tak bisa menghindar. kau tersungkur lalu menggelepar; terkapar.
cinta. ketika kau mengenalnya, kau dibuatnya gila. kau punya mata, tapi tak bisa melihat selain ia. kau punya telinga, tapi tak bisa mendengar selain ia. kau punya hati, dan hanya itu yang kaurasa.
cinta. ia puluru nyasar yang melesat tak tahu arah. kau bisa lari sebelum ia membuncah. namun ketika ia datang, kau tak bisa menghindar. kau tersungkur lalu menggelepar; terkapar.
Sunday, January 28, 2007
Membaca Wajahmu
ingatlah semua
hati yang meragu
dan jalan berliku
yang telah dilewati
sebab mulai hari ini
takkan lagi kautemui
aku lelaki merayu-rayu
serta puisi mendayu-dayu
Fifi Martini, wajahmu terbaca
serupa rangkaian kata-kata:
cinta tak buat kita bersama
rindu tak buat kita bersatu
meski saling menyayangi
namun tak bisa memiliki
ingatlah hari ini
saat aku pergi
dalam gontai,
gumam lambat:
aku tak tahan lagi
(dengan suara berat)
sebab cintaku tak tulus
hasrat memiliki di setiap nafas yang berhembus
dan pikirku kembali ke masa lalu...
entah sudah berapa putaran bumi
gadis seperti dirimu kucari-cari
di antara gang-gang kehidupan
yang susah-payah kutelusuri
Fifi Martini, wajahmu terbaca
serupa rangkaian kata-kata:
inilah yang terbaik buat kita
dan hati kecilku,
ia mengucap pasti:
kau takkan terganti
Surabaya, januari 2007
hati yang meragu
dan jalan berliku
yang telah dilewati
sebab mulai hari ini
takkan lagi kautemui
aku lelaki merayu-rayu
serta puisi mendayu-dayu
Fifi Martini, wajahmu terbaca
serupa rangkaian kata-kata:
cinta tak buat kita bersama
rindu tak buat kita bersatu
meski saling menyayangi
namun tak bisa memiliki
ingatlah hari ini
saat aku pergi
dalam gontai,
gumam lambat:
aku tak tahan lagi
(dengan suara berat)
sebab cintaku tak tulus
hasrat memiliki di setiap nafas yang berhembus
dan pikirku kembali ke masa lalu...
entah sudah berapa putaran bumi
gadis seperti dirimu kucari-cari
di antara gang-gang kehidupan
yang susah-payah kutelusuri
Fifi Martini, wajahmu terbaca
serupa rangkaian kata-kata:
inilah yang terbaik buat kita
dan hati kecilku,
ia mengucap pasti:
kau takkan terganti
Surabaya, januari 2007
Riuh
riuh
hujan menderas dengan beringas
petir pun bergemuruh
seperti genderang perang yang sedang ditabuh
tubuhku basah
oleh air hujan yang jatuh
dan aku pasrah
dihujam air bagai langit runtuh
ah...
pipiku basah
oleh air mata yang jatuh
dan aku mendesah
dihujam derita yang sulit sembuh
riuh
hujan menderas makin beringas
petir terlalu gaduh
aku menjerit keras; mengaduh
pasuruan-surabaya, januari 2007
hujan menderas dengan beringas
petir pun bergemuruh
seperti genderang perang yang sedang ditabuh
tubuhku basah
oleh air hujan yang jatuh
dan aku pasrah
dihujam air bagai langit runtuh
ah...
pipiku basah
oleh air mata yang jatuh
dan aku mendesah
dihujam derita yang sulit sembuh
riuh
hujan menderas makin beringas
petir terlalu gaduh
aku menjerit keras; mengaduh
pasuruan-surabaya, januari 2007
Friday, January 05, 2007
Sahid Kusuma Wijaya
Sahid Kusuma Wijaya. Jangan tanya artinya kepadaku, karena aku juga tak tahu. Itu adalah nama pemberian bapak dan ibuku. Lebih tepatnya nama pemberian bapakku, soalnya ada kesepakatan antara bapak dan ibuku: kalau anak yang lahir adalah laki-laki, maka yang memberi nama adalah bapakku. Sebaliknya jika yang lahir adalah perempuan, yang memberi nama adalah ibuku. Dan ibuku harus gigit jari, soalnya ketiga anaknya adalah laki-laki!:D
Wednesday, January 03, 2007
Bunga Terindah
buat Manis
tetes air di hening malam
jatuh dari kran yang tak bisa menutup rapat
bunyinya menggema sampai lubuk hati
hibur aku yang terjaga hingga pagi
ada gelisah menggeliat di dalam
sebentar muncul sebentar tenggelam
sama saja tak mampu kutahan
seperti kran yang tak bisa menutup rapat
Manis,
betapa susah kucari pujaan hati
jelmaan idaman bapak ibuku
hingga kutemukan dirimu
bunga-bunga bermekaran, berhamparan
tak ada bunga yang lebih indah di mataku
selain dirimu
bukan saja ayu wajahmu
bukan saja manis senyummu
bukan saja lentik bulu matamu
namun juga sayangku padamu
bukan saja lembut suaramu
bukan saja santun lakumu
bukan saja malu dan hijabmu
engkau cintaku, cintaku!
Manis,
tak terbayang dalam benakku
apa yang kan terjadi esok hari
jika engkau berpaling dariku…
pada siapa lagi kugantungkan asa
hanya engkau gadis yang kucinta
dalam pekat kabut pagi
kuberanikan diri
telusuri jalan yang tak pasti
melangkah gagah menuju restu
sebab engkau patut diperjuangkan.
Surabaya, 31 desember 2006
tetes air di hening malam
jatuh dari kran yang tak bisa menutup rapat
bunyinya menggema sampai lubuk hati
hibur aku yang terjaga hingga pagi
ada gelisah menggeliat di dalam
sebentar muncul sebentar tenggelam
sama saja tak mampu kutahan
seperti kran yang tak bisa menutup rapat
Manis,
betapa susah kucari pujaan hati
jelmaan idaman bapak ibuku
hingga kutemukan dirimu
bunga-bunga bermekaran, berhamparan
tak ada bunga yang lebih indah di mataku
selain dirimu
bukan saja ayu wajahmu
bukan saja manis senyummu
bukan saja lentik bulu matamu
namun juga sayangku padamu
bukan saja lembut suaramu
bukan saja santun lakumu
bukan saja malu dan hijabmu
engkau cintaku, cintaku!
Manis,
tak terbayang dalam benakku
apa yang kan terjadi esok hari
jika engkau berpaling dariku…
pada siapa lagi kugantungkan asa
hanya engkau gadis yang kucinta
dalam pekat kabut pagi
kuberanikan diri
telusuri jalan yang tak pasti
melangkah gagah menuju restu
sebab engkau patut diperjuangkan.
Surabaya, 31 desember 2006
Wednesday, December 20, 2006
uneg-uneg seputar "Passion"
Prof. Dr. Conny Semiawan mengatakan bahwa seorang seniman akan menghasilkan kreativitas jika mengalami "passion", yakni suasana jiwa yang luar biasa. pengalaman ini lebih dari sekedar “mood” karena disertai dengan emosi yang mendalam sehingga diikuti oleh semangat luar biasa. Bagi penyair, segala suasana jiwa dan emosi yang mendalam itu ditumpahkan dalam puisi. Dengan “passion”, puisi mampu mempengaruhi siapapun yang membacanya.
Lalu aku berpikir, apakah aku sedang mengalami “passion”? Selama ini jarang sekali puisi-puisiku dimuat di http://fordisastra.com. Beberapa kali aku mengirimkan puisi, hanya satu-dua saja yang dimuat di situs itu. Namun belakangan ini, banyak puisi yang aku kirimkan yang ditampilkan. Apakah mungkin karena aku sedang mengalami ”passion” sehingga puisi-puisi yang aku tulis mampu mempengaruhi redaksi fordisastra.com dan dinilai lebih berbobot? Entahlah...
Tidak pernah serajin ini aku menulis puisi. Dalam tiga bulan ini, aku menulis banyak sekali puisi. dan semuanya romantik, tentang gadis yang aku cintai. Hampir semuanya aku tulis malam hari, saat aku tak bisa tidur karena suasana hati yang tak menentu, seperti bahagia, sedih, takut, semuanya menjadi satu. Seperti ada emosi yang ingin aku tumpahkan. Dan akhirnya, kertas dan penalah yang menjadi pelampiasanku. Apakah ini yang dinamakan dengan ”passion”?
Dan lucunya, tiap kali aku membaca puisi-puisi yang aku tulis itu, aku jadi terpengaruh sendiri. Akupun terbawa pada suasana jiwa yang sama. Semakin dalam malah, sehingga akupun menulis puisi lagi. Seperti mikrofon yang didekatkan ke speaker, suara udara yang masuk ke mic akan dikeluarkan dengan volume yang lebih besar melalui speaker, suaranya masuk ke mic lagi dan akan dikeluarkan dengan volume makin besar, masuk ke mic lagi dan suaranya makin besar, demikian seterusnya hingga terdengar suara yang melengking tinggi dan keras sekali. Itulah sebabnya mengapa aku tak mau sering-sering membaca tulisanku sendiri.
Seandainya aku bisa memilih, aku akan memilih tidak mengalami ”passion” itu. Bikin tak bisa tidur saja...
Lalu aku berpikir, apakah aku sedang mengalami “passion”? Selama ini jarang sekali puisi-puisiku dimuat di http://fordisastra.com. Beberapa kali aku mengirimkan puisi, hanya satu-dua saja yang dimuat di situs itu. Namun belakangan ini, banyak puisi yang aku kirimkan yang ditampilkan. Apakah mungkin karena aku sedang mengalami ”passion” sehingga puisi-puisi yang aku tulis mampu mempengaruhi redaksi fordisastra.com dan dinilai lebih berbobot? Entahlah...
Tidak pernah serajin ini aku menulis puisi. Dalam tiga bulan ini, aku menulis banyak sekali puisi. dan semuanya romantik, tentang gadis yang aku cintai. Hampir semuanya aku tulis malam hari, saat aku tak bisa tidur karena suasana hati yang tak menentu, seperti bahagia, sedih, takut, semuanya menjadi satu. Seperti ada emosi yang ingin aku tumpahkan. Dan akhirnya, kertas dan penalah yang menjadi pelampiasanku. Apakah ini yang dinamakan dengan ”passion”?
Dan lucunya, tiap kali aku membaca puisi-puisi yang aku tulis itu, aku jadi terpengaruh sendiri. Akupun terbawa pada suasana jiwa yang sama. Semakin dalam malah, sehingga akupun menulis puisi lagi. Seperti mikrofon yang didekatkan ke speaker, suara udara yang masuk ke mic akan dikeluarkan dengan volume yang lebih besar melalui speaker, suaranya masuk ke mic lagi dan akan dikeluarkan dengan volume makin besar, masuk ke mic lagi dan suaranya makin besar, demikian seterusnya hingga terdengar suara yang melengking tinggi dan keras sekali. Itulah sebabnya mengapa aku tak mau sering-sering membaca tulisanku sendiri.
Seandainya aku bisa memilih, aku akan memilih tidak mengalami ”passion” itu. Bikin tak bisa tidur saja...
Friday, December 15, 2006
Gadis Manis dengan Kulit Gelap di Ujung Jari-jarinya
Kulihat gadis manis sedang menyendiri di beranda
Berdiri menatap gerimis di depannya
Entah dimana pandangannya berlabuh
Seperti melewati butir-butir air yang jatuh
Tiba-tiba saja aku sudah di sampingnya
Gadis manis tersenyum dan julurkan tangannya
Meraih rintik hujan yang terhalang atap beranda
Basahi kulit gelap di ujung jari-jarinya
Aku ingin keluar, ujarmu
Bermain-main dengan rintik hujan itu
Biar luruh seluruh penat dan lelah
Biar hilang sepasang resah dan gelisah
Malang, 15 Desember 2006
Terjebak hujan di Perpustakaan Pusat Unibraw bersama Fifi Martini.
Berdiri menatap gerimis di depannya
Entah dimana pandangannya berlabuh
Seperti melewati butir-butir air yang jatuh
Tiba-tiba saja aku sudah di sampingnya
Gadis manis tersenyum dan julurkan tangannya
Meraih rintik hujan yang terhalang atap beranda
Basahi kulit gelap di ujung jari-jarinya
Aku ingin keluar, ujarmu
Bermain-main dengan rintik hujan itu
Biar luruh seluruh penat dan lelah
Biar hilang sepasang resah dan gelisah
Malang, 15 Desember 2006
Terjebak hujan di Perpustakaan Pusat Unibraw bersama Fifi Martini.
Tuesday, December 12, 2006
Cintaku Berlebih
1.
Jingga menyala-nyala adalah apiku
menari-nari di dalam otakku
karena logika dikalah rindu
terlalu memikirkanmu!
2.
Hitam kelam adalah air mataku
berlomba-lomba jatuh ke bumi
karena hati telah lepas kendali
terlalu sayang padamu!
:karena cinta harus secukupnya
Malang, 12 Desember 2006
Jingga menyala-nyala adalah apiku
menari-nari di dalam otakku
karena logika dikalah rindu
terlalu memikirkanmu!
2.
Hitam kelam adalah air mataku
berlomba-lomba jatuh ke bumi
karena hati telah lepas kendali
terlalu sayang padamu!
:karena cinta harus secukupnya
Malang, 12 Desember 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)